Jumat, 11 September 2009

SESANTI PSM


SESANTI PSM

SUCI KANG GINAYUH

LUHUR KANG KAHESTI

JEMBAR LEMBUT ADOH

JERO KANG TINEBO

RUMPIL MARGANE

ABOT SANGGANE

GEDE PANGORBANANE

ANANGING SAMPURNO WUSAHANE




SEJARAH BERDIRINYA

I. Masa perintisan

Th. 1880. M, seorang ulama ahli hikmah sufiyah ( Ky. Hasan Ulama’- Di usianya yang ke 80 ) yang merupakan putera Ky. Kholifah ( Pangeran Kertapati – salah satu pejuang – dan spiritual Pangeran Diponegoro), mendirikan sebuah Pesantren di Takeran – Magetan dengan nama Pesantren Takeran, dan masih bersifat tradisional, yang berbasis tarekat sathoriyah, dan Ky.Hasan Ulama sebagai imam ( mursyidnya). Ribuan santri datang dari bebagai tempat untuk menimba ilmu sekaligus sebagai murid tarekat.

Ky. Hasan Ulama wafat Th. 1920 M. kemudian pesantren di teruskan putera sulungnya ; “ KH.Imam Muttaqien “, dibantu kerabat dan sahabat, dan para murid senior dengan tetap menggunakan metode pesantren tradisional yang berbasis tarekat sathariyah. KH. Imam Muttaqien, wafat Th. 1936.

II Masa pembaruan/ modernisasi

Wafatnya KH. Imam Muttaqien, mendorong puteranya yang bernama Ky. Imam Mursyid Muttaqien, mengadakan terobosan, dan di usia yang relative muda ( 23 Th ), tepatnya tanggal 16 September 1943. Pesantren Takeran, namanya di ubah menjadi : “PESANTREN SABILIL MUTTAQIEN “ ( PSM ), sekaligus mendirikan lembaga pendidikan formal, dengan memadukan system tradisonal dan modern; sehingga dalam periode ini telah dikenal pendidikan dengan sisten “Kuliyatul Mualimin”, dan di era ini sebuah system manajemen pengelolaan pesantren secara lebih terbuka, mencoba dikenalkan, sehingga pesantren tidak hanya mengandalkan kharisma/ ketokohan figure saja, tetapi diperkuat dengan sebuah system yang terorganisir, melalui sebuah perencanaan yang sistematis dan simultan. Maka sejak periode ini, PSM melalui alumni/ murid yang berasal dari berbagai daerah mendirikan cabang – cabang PSM, dengan pilar utamanya tetap berbasis pendidikan. Esensi dalam masa pembaruan ini, adalah keberanian Ky.Imam Mursyid, membedah tradisi pesantren “ sentries” yang berbasis tarekat sathariyah,yang mengandalkan charisma seorang kyai, di modernisir menjadi sebuah lembaga pendidikan formal, dan menjabarkan pemahaman tarekat sathariyah secara individual ( hubungan murid dan guru/ mursyid) ke dalam misi dakwah bil hal, melalui sebuah organisasi yang berbasis pesantren dengan nama “ Pesantren Sabilil Muttaqqien” ( PSM); sehingga dalam PSM juga di berikan pedoman dan landasan pesantren dalam bentuk “ Risalah peraturan umum “ ( Anggaran dasar ) dan “ Risalah peraturan khusus “ ( Anggaran rumah tangga ).

DAWUHING GURU


DAWUHING GURU
WASIAT MBAH HASAN ULAMA’

1. OJO KEPENGEN SUGIH, LAN OJO WEDI MLARAT.
2. PILIH NGENDI, SUGIH TANPO IMAN OPO MLARAT
ANANGING IMAN.
3. OJO DEMEN NGUDI PENGARUHING PRIBADI, KANG
ONO DI OPENI KANTHI TEMENAN, OJO KESENGSEM
GEBYARING KADONYAN, KANURAGAN LAN
PENGAWASAN DUDU TUJUAN. TOPO NGRAME
LAKONONO.
4. SUMBER BENING ORA BAKAL GOLEK TIMBO.
5. OJO DEMEN OWAH-OWAH TATANAN PORO SEPUH,
WAJIBE MUNG NGOPENI LAN NGLESTAREAKE.
6. OJO DEMEN NYUNGGI KATOKE MBAHE, AMAL
SHOLEH TINDAKNO.
7. NYAWIJI NALIKI NINDAKAKE KAUTAMAAN, PISAH
ING DALEM KEMAKSIATAN, ING TEMBE BAKAL ONO
TITI MANGSANE, ANAK PUTU ONO KANG NEMU
EMAS SAK JAGO GEDENE, ANANGING YO MUNG
KANDOK SAK MONO IKU IMANE.
8. ORA LIWAT ANAK PUTUKU SING GUYUB RUKUN, DI
PODO TANSAH NBGRAMEAKE MESJID, TAK
PANGESTONI SLAMET NDONYO AKHIRAT.
9. OJO KENDAT TANSAH NINDAK AKE MUJAHADDAH

TAUBAT, KOYO KANG WIS DI PARENGAKE GURU.

Created by Jimbroed - Blogger port by Blogger Dolanan Template